<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gereja dan Internet</title>
	<atom:link href="http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/</link>
	<description>Engaging Contemporary Issues with Christian Thought</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 06:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Yonathand</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-1740</link>
		<dc:creator>Yonathand</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:18:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-1740</guid>
		<description>shalom, saya setuju dengan tulisan ini, ibadah di gereja tidak dapat di geeser dengan kemajuan tekhnologi dengan cara ibadah hanya lewat internet atau tv dengan cara live streaming karena tidak sesuai dengan esensi gereja....Ibu Dinar saya sedang buat skripsi tentang tinjauan terhadap pengaruh penayangan acara-acara rohani di media elektronik. kalau ada info atau referensi buku yang berhubungan dengan judul ini bisa membantunya terima kasih Tuhan Yesus berkati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>shalom, saya setuju dengan tulisan ini, ibadah di gereja tidak dapat di geeser dengan kemajuan tekhnologi dengan cara ibadah hanya lewat internet atau tv dengan cara live streaming karena tidak sesuai dengan esensi gereja&#8230;.Ibu Dinar saya sedang buat skripsi tentang tinjauan terhadap pengaruh penayangan acara-acara rohani di media elektronik. kalau ada info atau referensi buku yang berhubungan dengan judul ini bisa membantunya terima kasih Tuhan Yesus berkati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendra</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-1463</link>
		<dc:creator>Hendra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 17:51:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-1463</guid>
		<description>Janah ~ Kita tidak berbicara tentang itu....
Kamu menyela, bukan saat yg tepat, disaat orang berbicara rumah ibadah suatu agama, tapi kamu menyela dg topik yg sungguh membuat saya tertawa...
Tidak ada kesimpulan apa² dari sela&#039;anmu itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Janah ~ Kita tidak berbicara tentang itu&#8230;.<br />
Kamu menyela, bukan saat yg tepat, disaat orang berbicara rumah ibadah suatu agama, tapi kamu menyela dg topik yg sungguh membuat saya tertawa&#8230;<br />
Tidak ada kesimpulan apa² dari sela&#8217;anmu itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: solo life</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-1433</link>
		<dc:creator>solo life</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 08:53:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-1433</guid>
		<description>Tulisan ini bukan dari tulisan orang yang gaptek maupun butek, tapi seorang yang ahli dan mengerti teknologi.
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini bukan dari tulisan orang yang gaptek maupun butek, tapi seorang yang ahli dan mengerti teknologi.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: janah</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-160</link>
		<dc:creator>janah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 06:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-160</guid>
		<description>Tidak Ada Unsur Tuhan dalam Yesus

            Trinitas tuhan itu 3 (tiga). Ada yang menafsirkan tuhan itu tiga tapi dalam satu oknum. Jadi Anak Tuhan (Yesus), Tuhan Bapa, Roh kudus adalah tiga nama dalam satu oknum Yesus.

            Menurut Islam tidak ada unsur ketuhanan dalam Yesus. Allah adalah oknum / zat terpisah dari fisik Yesus.

            Bukti Allah adalah zat terpisah?

            Dalam Injil waktu disalib Yesus memanggil-manggil &quot;eli-eli lama sabakhtani .. &quot;Tuhan tuhan jangan tinggalkan aku&quot;.

            Jadi Tuhan Allah adalah oknum terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. 

            Juga pada ayat lainnya menunjukkan bahwa Tuhan Allah adalah unsur terpisah diluar diri Yesus.

                Lalu yesus menengadah keatas (langit) dan berdoa &quot;Bapa, Aku mengucap sukur kepadamu karena engkau telah mendengarkan Aku,....  Engkaulah yang mengutus Aku. (Yohanes 11:41:42).

                Pada waktu itu datanglah Yesus dan Nazaret di Tanah Galilea dan ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada Saat Ia keluar dari air, ia melihat langit terbuka dan Roh seperi burung merpati turun ke atas Nya. lalu terdengarlah suara dari sorga: &quot;Engkaulah Anakku yang kukasihi kepadamulah aku berkenan.&quot;(Markus 1: 9-11). 

            ***

            Menurut Injil Yesus pun sebagai manusia bukan kelas 1 tapi manusia kelas 2, bukan manusia pilihan. 

            Bukti yesus bukan manusia pilihan

                Yesus merasa lapar. Dari jauh melihat pohon Ara yang berdaun, Yesus mendekatinya barangkali saja ia menemukan buahnya, tapi ia tidak menemukan buahnya hanya daunnya saja lha wong bukan musim Pohon Ara berbuah. Maka kata Yesus (marah)&quot;jangan lagi seorang pun makan buahmu!&quot; (Matius 11:12-14).

                Suatu ketika ketika yesus melewati pohon Ara itu lagi Pohon itu sudah kering sampai keakarnya.... Petrus nyelutuk &quot;Rabi, lihatlah Pohon yang kaukutuk sudah kering&quot; (Matius 11:20-21)

            Perlu dicatat pertama, 

            Yesus mendatangi pohon ara yang tidak berbuah karena bukan musimnya. 

            Yesus tidak memahami ilmu botani ilmu pertanian yang sederhana tentang kapan pohon berbuah. Padahal kapan pohon berbuah petani yang tidak sekolah SD pun tahu. 

            Masa sih Yesus kalah sama pengetahuan petani yang tidak lulus SD yang bukan Anak Tuhan. 

            Jadi dapat disimpulkan Yesus bodoh.

            Kedua,

            Yesus mendoakan supaya pohon itu bernasib jelek. padahal pohon itu tidak bersalah. Akhlak yesus tidak mulia, pohon yang tidak bersalah ia kutuk hingga mati kering.

            Dapat disimpulkan Yesus berakhlak rendah.

            Ini adalah bukti bahwa jangankan unsur Tuhan lha wong unsur manusia pada Yesus (menurut Al Kitab) adalah  bukan kelas satu bukan manusia pilihan.

            Disebutkan juga bahwa Yesus peminum anggur (arak).

                &quot;Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan peminum sahabat pemungut cukai dan orang berdosa  (Lukas 7:34).&quot;

            Jadi maksud kata Aku dan Bapa satu atau Bapa dalam aku harus diartikan aku (manusia) dan bapa (tuhan) adalah satu tujuan yaitu menegakan kebenaran dimuka bumi.

            Sekiranya Oknum Tuhan menyatu dalam diri Yesus, maka ketika Yesus mati pada jam 3 (tiga) sore berarti saat itu didunia tidak ada Tuhan. 

            Ini kan tidak bisa diterima secara logis bahwa Tuhan pernah mati, meskipun mati sementara.

                Yesus sekarat dan matilah Yesus (Markus 15:37). 

                Mereka sampai kepada yesus dan melihat yesus sudah mati (Yohanes 19:33).

            Yesus sendiri tidak pernah menganjurkan memanggilnya dengan julukan Tuhan.

                &quot;Bukan setiap orang yang memanggilku Tuhan Tuhan akan masuk kedalam surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapakku di Surga (Hukum Allah dalam Taurat). (Matius 7:21).

            +++

            Bagaimana kalau Tuhan itu Tiga tapi terpisah?

            Maksud Anda Tiga oknum Tiga Tuhan yang terpisah seperti di bawah: 

               1.

                  Trinitas dari India  : Brahma-Syiwa-Wisnu
               2.

                  Trinitas dari Mesir  : Iziris-Auzuris-Huris
               3.

                  Trinitas dari Yunani : Zeus-Poseidon-Pedos
               4.

                  Trinitas dari Romawi : Jupiter-Neptune-Pluton 

            Itu adalah tidak bisa karena Yesus pernah bilang Tuhan itu Satu bukan Tiga.

                Hukum yang utama adalah Tuhan Allah itu Satu (Markus 12:28-33)

            +++

            Quran Tentang Trinitas dan Anak Tuhan 

                Sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu oknum dari yang tiga. Padahal Allah hanya Satu!  (Quran Maidah : 73)

                Dan mereka berkata &quot;Allah punya Anak&quot;
                sesungguhnya kamu yang berkata demikian telah mendatangkan sesuatu hal yang sangat ngawur, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh karena (mereka) telah menuduh Allah punya Anak, adalah hal aneh kan bahwa Allah punya anak&quot; 
                (Quran Surat Bunda Maria : 90).

                Orang-orang yahudi berkata &quot;Uzair (Ezra) itu anak allah dan orang nasrani berkata &quot;almasih (kristus) anak allah&quot; demikian ucapan mereka meniru omongan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti mebinasakannya, bagaimana mereka dapat berpaling?. (Quran surat Taubah :30)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak Ada Unsur Tuhan dalam Yesus</p>
<p>            Trinitas tuhan itu 3 (tiga). Ada yang menafsirkan tuhan itu tiga tapi dalam satu oknum. Jadi Anak Tuhan (Yesus), Tuhan Bapa, Roh kudus adalah tiga nama dalam satu oknum Yesus.</p>
<p>            Menurut Islam tidak ada unsur ketuhanan dalam Yesus. Allah adalah oknum / zat terpisah dari fisik Yesus.</p>
<p>            Bukti Allah adalah zat terpisah?</p>
<p>            Dalam Injil waktu disalib Yesus memanggil-manggil &#8220;eli-eli lama sabakhtani .. &#8220;Tuhan tuhan jangan tinggalkan aku&#8221;.</p>
<p>            Jadi Tuhan Allah adalah oknum terpisah dari tubuh Yesus yang manusia. </p>
<p>            Juga pada ayat lainnya menunjukkan bahwa Tuhan Allah adalah unsur terpisah diluar diri Yesus.</p>
<p>                Lalu yesus menengadah keatas (langit) dan berdoa &#8220;Bapa, Aku mengucap sukur kepadamu karena engkau telah mendengarkan Aku,&#8230;.  Engkaulah yang mengutus Aku. (Yohanes 11:41:42).</p>
<p>                Pada waktu itu datanglah Yesus dan Nazaret di Tanah Galilea dan ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada Saat Ia keluar dari air, ia melihat langit terbuka dan Roh seperi burung merpati turun ke atas Nya. lalu terdengarlah suara dari sorga: &#8220;Engkaulah Anakku yang kukasihi kepadamulah aku berkenan.&#8221;(Markus 1: 9-11). </p>
<p>            ***</p>
<p>            Menurut Injil Yesus pun sebagai manusia bukan kelas 1 tapi manusia kelas 2, bukan manusia pilihan. </p>
<p>            Bukti yesus bukan manusia pilihan</p>
<p>                Yesus merasa lapar. Dari jauh melihat pohon Ara yang berdaun, Yesus mendekatinya barangkali saja ia menemukan buahnya, tapi ia tidak menemukan buahnya hanya daunnya saja lha wong bukan musim Pohon Ara berbuah. Maka kata Yesus (marah)&#8221;jangan lagi seorang pun makan buahmu!&#8221; (Matius 11:12-14).</p>
<p>                Suatu ketika ketika yesus melewati pohon Ara itu lagi Pohon itu sudah kering sampai keakarnya&#8230;. Petrus nyelutuk &#8220;Rabi, lihatlah Pohon yang kaukutuk sudah kering&#8221; (Matius 11:20-21)</p>
<p>            Perlu dicatat pertama, </p>
<p>            Yesus mendatangi pohon ara yang tidak berbuah karena bukan musimnya. </p>
<p>            Yesus tidak memahami ilmu botani ilmu pertanian yang sederhana tentang kapan pohon berbuah. Padahal kapan pohon berbuah petani yang tidak sekolah SD pun tahu. </p>
<p>            Masa sih Yesus kalah sama pengetahuan petani yang tidak lulus SD yang bukan Anak Tuhan. </p>
<p>            Jadi dapat disimpulkan Yesus bodoh.</p>
<p>            Kedua,</p>
<p>            Yesus mendoakan supaya pohon itu bernasib jelek. padahal pohon itu tidak bersalah. Akhlak yesus tidak mulia, pohon yang tidak bersalah ia kutuk hingga mati kering.</p>
<p>            Dapat disimpulkan Yesus berakhlak rendah.</p>
<p>            Ini adalah bukti bahwa jangankan unsur Tuhan lha wong unsur manusia pada Yesus (menurut Al Kitab) adalah  bukan kelas satu bukan manusia pilihan.</p>
<p>            Disebutkan juga bahwa Yesus peminum anggur (arak).</p>
<p>                &#8220;Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan peminum sahabat pemungut cukai dan orang berdosa  (Lukas 7:34).&#8221;</p>
<p>            Jadi maksud kata Aku dan Bapa satu atau Bapa dalam aku harus diartikan aku (manusia) dan bapa (tuhan) adalah satu tujuan yaitu menegakan kebenaran dimuka bumi.</p>
<p>            Sekiranya Oknum Tuhan menyatu dalam diri Yesus, maka ketika Yesus mati pada jam 3 (tiga) sore berarti saat itu didunia tidak ada Tuhan. </p>
<p>            Ini kan tidak bisa diterima secara logis bahwa Tuhan pernah mati, meskipun mati sementara.</p>
<p>                Yesus sekarat dan matilah Yesus (Markus 15:37). </p>
<p>                Mereka sampai kepada yesus dan melihat yesus sudah mati (Yohanes 19:33).</p>
<p>            Yesus sendiri tidak pernah menganjurkan memanggilnya dengan julukan Tuhan.</p>
<p>                &#8220;Bukan setiap orang yang memanggilku Tuhan Tuhan akan masuk kedalam surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapakku di Surga (Hukum Allah dalam Taurat). (Matius 7:21).</p>
<p>            +++</p>
<p>            Bagaimana kalau Tuhan itu Tiga tapi terpisah?</p>
<p>            Maksud Anda Tiga oknum Tiga Tuhan yang terpisah seperti di bawah: </p>
<p>               1.</p>
<p>                  Trinitas dari India  : Brahma-Syiwa-Wisnu<br />
               2.</p>
<p>                  Trinitas dari Mesir  : Iziris-Auzuris-Huris<br />
               3.</p>
<p>                  Trinitas dari Yunani : Zeus-Poseidon-Pedos<br />
               4.</p>
<p>                  Trinitas dari Romawi : Jupiter-Neptune-Pluton </p>
<p>            Itu adalah tidak bisa karena Yesus pernah bilang Tuhan itu Satu bukan Tiga.</p>
<p>                Hukum yang utama adalah Tuhan Allah itu Satu (Markus 12:28-33)</p>
<p>            +++</p>
<p>            Quran Tentang Trinitas dan Anak Tuhan </p>
<p>                Sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu oknum dari yang tiga. Padahal Allah hanya Satu!  (Quran Maidah : 73)</p>
<p>                Dan mereka berkata &#8220;Allah punya Anak&#8221;<br />
                sesungguhnya kamu yang berkata demikian telah mendatangkan sesuatu hal yang sangat ngawur, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh karena (mereka) telah menuduh Allah punya Anak, adalah hal aneh kan bahwa Allah punya anak&#8221;<br />
                (Quran Surat Bunda Maria : 90).</p>
<p>                Orang-orang yahudi berkata &#8220;Uzair (Ezra) itu anak allah dan orang nasrani berkata &#8220;almasih (kristus) anak allah&#8221; demikian ucapan mereka meniru omongan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti mebinasakannya, bagaimana mereka dapat berpaling?. (Quran surat Taubah :30)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indonesia-saram</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-38</link>
		<dc:creator>Indonesia-saram</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 22:53:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-38</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Tapi dilain pihak sarana itu juga menjadikan orang-orang Kristen manja dan milih-milih.&lt;/blockquote&gt;

Iya juga, ya? Sebenarnya, waktu pertama membaca judul tulisan di atas, yang langsung terlintas di benak saya adalah gereja virtual dalam arti sebenarnya. Kalau dipikir-pikir, akses internet di Korea kan jahu lebih kencang daripada di Indonesia. Coba saja kalau sebuah situs menampilkan ibadah secara virtual. Pendetanya cukup berkhotbah dari kantor gerejanya, demikian pula musisinya, sedangkan jemaatnya tinggal mengakses internet dari rumahnya saja. Lalu agar terlihat seperti persekutuan, masing-masing memakai fasilitas kamera web. 

Konsep yang rasanya akan mengundang kontroversi. Kalau sudah begitu orang tidak akan lagi datang ke gereja. Lalu ramai-ramailah orang akan memberi definisi baru terhadap persekutuan.

&lt;blockquote&gt;Ngomong2 saya pernah beberpa kali submit situs ke sabda tapi gak dimuat. What’s wrong?&lt;/blockquote&gt;

Hmm, mendaftar untuk publikasi elektronik, maksudnya? Kalau boleh tahu mendaftar apa saja, ya? Silakan hubungi saya lewat e-mail. Nanti Senin -- kami libur Sabtu dan Minggu -- akan saya minta teman saya mendaftarkan publikasi yang dimaksud. 

Omong-omong soal theme, saya baru belajar sesuatu dari teman saya. Karena sifatnya blog pribadi, bukan yayasan, ia menyarankan saya untuk tidak terlalu sering ganti theme karena cenderung tidak menunjukkan kepribadian. (Jadi ingat, kemarin dengan yang sekarang sudah yang keempat.) Jadi, theme Natal itu cuma untuk Desember saja deh. (Masih bingung untuk memilih theme yang lebih nyaman.) Terima kasih sudah sering berkunjung. Tuhan memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tapi dilain pihak sarana itu juga menjadikan orang-orang Kristen manja dan milih-milih.</p></blockquote>
<p>Iya juga, ya? Sebenarnya, waktu pertama membaca judul tulisan di atas, yang langsung terlintas di benak saya adalah gereja virtual dalam arti sebenarnya. Kalau dipikir-pikir, akses internet di Korea kan jahu lebih kencang daripada di Indonesia. Coba saja kalau sebuah situs menampilkan ibadah secara virtual. Pendetanya cukup berkhotbah dari kantor gerejanya, demikian pula musisinya, sedangkan jemaatnya tinggal mengakses internet dari rumahnya saja. Lalu agar terlihat seperti persekutuan, masing-masing memakai fasilitas kamera web. </p>
<p>Konsep yang rasanya akan mengundang kontroversi. Kalau sudah begitu orang tidak akan lagi datang ke gereja. Lalu ramai-ramailah orang akan memberi definisi baru terhadap persekutuan.</p>
<blockquote><p>Ngomong2 saya pernah beberpa kali submit situs ke sabda tapi gak dimuat. What’s wrong?</p></blockquote>
<p>Hmm, mendaftar untuk publikasi elektronik, maksudnya? Kalau boleh tahu mendaftar apa saja, ya? Silakan hubungi saya lewat e-mail. Nanti Senin &#8212; kami libur Sabtu dan Minggu &#8212; akan saya minta teman saya mendaftarkan publikasi yang dimaksud. </p>
<p>Omong-omong soal theme, saya baru belajar sesuatu dari teman saya. Karena sifatnya blog pribadi, bukan yayasan, ia menyarankan saya untuk tidak terlalu sering ganti theme karena cenderung tidak menunjukkan kepribadian. (Jadi ingat, kemarin dengan yang sekarang sudah yang keempat.) Jadi, theme Natal itu cuma untuk Desember saja deh. (Masih bingung untuk memilih theme yang lebih nyaman.) Terima kasih sudah sering berkunjung. Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-37</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 13:15:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-37</guid>
		<description>Benar kata kamu Raka, tapi apa yagn saya tulis sebenarnya ada pada konteks orang-orang Korea yang memilih-milih Broadcasting Gereja sesuai dengan seleranya. Kalau suatu hari ia mendengar khotbah tentang pengampunan, dan hatinya tidak siap untuk mengampuni dia pindah ke chanel yang lain. Jadinya kan nggak bisa dewasa rohani.

Ya, itu karena menjamurnya gereja yang memiliki Internet dan TV broadcastingnya (di Korea). Di sisi lain banyak keuntungannya seperti sarana untuk menjangkau orang, menjadi media infomasi dan komunikasi, media untuk interaksi komunitas gereja,  menjadi resources renungan dan khotbah dll(seperti yang sudah kamu kemukakan).  Tapi dilain pihak sarana itu juga menjadikan orang-orang Kristen manja dan milih-milih.

Oya, terima kasih ya untuk situs rujukannya. Ngomong2 saya pernah beberpa kali submit situs ke sabda tapi gak dimuat. What&#039;s wrong?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar kata kamu Raka, tapi apa yagn saya tulis sebenarnya ada pada konteks orang-orang Korea yang memilih-milih Broadcasting Gereja sesuai dengan seleranya. Kalau suatu hari ia mendengar khotbah tentang pengampunan, dan hatinya tidak siap untuk mengampuni dia pindah ke chanel yang lain. Jadinya kan nggak bisa dewasa rohani.</p>
<p>Ya, itu karena menjamurnya gereja yang memiliki Internet dan TV broadcastingnya (di Korea). Di sisi lain banyak keuntungannya seperti sarana untuk menjangkau orang, menjadi media infomasi dan komunikasi, media untuk interaksi komunitas gereja,  menjadi resources renungan dan khotbah dll(seperti yang sudah kamu kemukakan).  Tapi dilain pihak sarana itu juga menjadikan orang-orang Kristen manja dan milih-milih.</p>
<p>Oya, terima kasih ya untuk situs rujukannya. Ngomong2 saya pernah beberpa kali submit situs ke sabda tapi gak dimuat. What&#8217;s wrong?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indonesia-saram</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-35</link>
		<dc:creator>Indonesia-saram</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 10:02:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-35</guid>
		<description>Saya kira situs gereja yang baik tidak hanya menjadi sarana pemersatu dan komunikasi antarjemaatnya saja, tapi juga yang bisa merangkul semua orang percaya. Salah satunya tentu dengan menyediakan beragam bahan yang bisa dinikmati oleh jemaat gereja lain juga. Dengan kata lain, tidak eksklusif. Di Indonesia, ada beberapa situs gereja yang cenderung menggantikan warta jemaat, hanya supaya kelihatan keren. Tapi malah tidak bisa dipelihara dan terbengkalai begitu saja, lalu tenggelam. 

Karena sempat ditugaskan mengulas situs, saya malah menemukan situs yang menarik, yang rasanya cocok untuk menjangkau Generasi Z tersebut. Coba deh kunjungi situs ini: &lt;a href=&quot;http://www.dare2share.org/&quot; title=&quot;Dare2Share&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dare2Share&lt;/a&gt;. Bagian Culture Commision-nya bagus. Cuma mungkin perlu disesuaikan karena lebih kena ke budaya Amerika.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira situs gereja yang baik tidak hanya menjadi sarana pemersatu dan komunikasi antarjemaatnya saja, tapi juga yang bisa merangkul semua orang percaya. Salah satunya tentu dengan menyediakan beragam bahan yang bisa dinikmati oleh jemaat gereja lain juga. Dengan kata lain, tidak eksklusif. Di Indonesia, ada beberapa situs gereja yang cenderung menggantikan warta jemaat, hanya supaya kelihatan keren. Tapi malah tidak bisa dipelihara dan terbengkalai begitu saja, lalu tenggelam. </p>
<p>Karena sempat ditugaskan mengulas situs, saya malah menemukan situs yang menarik, yang rasanya cocok untuk menjangkau Generasi Z tersebut. Coba deh kunjungi situs ini: <a href="http://www.dare2share.org/" title="Dare2Share" rel="nofollow">Dare2Share</a>. Bagian Culture Commision-nya bagus. Cuma mungkin perlu disesuaikan karena lebih kena ke budaya Amerika.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-21</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 08:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-21</guid>
		<description>Thank you Tammy,
I&#039;ve visited ur bolg.  You have a good site and  I learned something from u  since I am a new blooger on the block. I changed my blogroll categories in order to have more links and accomodate blogger friends. See U.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thank you Tammy,<br />
I&#8217;ve visited ur bolg.  You have a good site and  I learned something from u  since I am a new blooger on the block. I changed my blogroll categories in order to have more links and accomodate blogger friends. See U.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tammy</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/comment-page-1/#comment-20</link>
		<dc:creator>Tammy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 04:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/11/16/gereja-dan-internet/#comment-20</guid>
		<description>Allow Ibu Nancy,

salam kenal...

Ternyata ada Indonesian Christian Blogger juga nih ^_^

Nice blog, Ibu !

Saya blogroll ya ^_^

Share the Gospel via the net ;-)

GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allow Ibu Nancy,</p>
<p>salam kenal&#8230;</p>
<p>Ternyata ada Indonesian Christian Blogger juga nih ^_^</p>
<p>Nice blog, Ibu !</p>
<p>Saya blogroll ya ^_^</p>
<p>Share the Gospel via the net <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

