Archive for November, 2007

Selain dari ‘Negeri Ginseng’ nama lain Korea adalah “Republik of Plastic Surgery’ karena tingginya minat masyarakat untuk memperbaiki bentuk wajah dan tubuh melalui operasi plastik. Spesialis bedah plastic selalu full book menjadikan bidang ini sebagai pilihan pertama setiap mahasiswa yang kuliah kedokteran, diikuti oleh bidang opthamology dan Dermatology. Ketiga bidang yang erat hubungannya dengan kecantikan.

Musim gugur seperti sekarang ketika para siswa SMU telah lulus dan akan memasuki Universitas, para Plastic Surgeon menuai won (mata uang Korea) karena ribuan calon mahasiwa ini akan mendatangi mereka untuk dipermak wajahnya. Mata besar dan berkelopak, dagu lancip dan hidung mancung adalah impian anak-anak muda ini. Meskipun 75% orang Korea lahir tanpa kelopak mata tidak masalah lagi karena operasi untuk membentuk kelopak hanya $800. Dengan pertumbuhan ekonomi yang dialami Korea sekarang, jumlah segitu bukanlah apa-apa. Bukan hanya anak muda, para orang tua pun tidak segan untuk mengambil resiko dan membawa anak-anak mereka ke plastic Surgeon sedini mungkin. Sebuah survey yang diadakan di Seoul dan sekitarnya mengatakan 77.5 percent wanita di atas 18 tahun merasa membutuhkan operasi plastic. Dan diantara mereka 62 percent sudah melakukannya menjadikan operasi plastic sudah menjadi suatu pola hidup yang sangat biasa (the Korea Time 22/11).

Saya pun pernah tergoda untuk lebih mempercantik diri dengan cara un-natural ini. Suatu hari saya menghubungi seorang dermatologist (bukan plastic surgeon), sekedar ingin tahu biaya untuk memperhalus dan menghilangkan bintik-bintik di wajah dengan teknologi terbaru yang sedang gencar diiklankan. Ia menjawab $400-600 untuk sekali pertemuan dan typically membutuhkan satu sampai lima pertemuan. Menghitung biaya yang demikian besar akhirnya saya mundur dari niat ini. Terpikir masih banyak hal penting lainnya yang dapat dikerjakan dengan jumlah tersebut. Lagipula jika memang saya punya uang banyak, bukankah lebih baik melanjutkan sekolah untuk mengisi kepala yang pasti efeknya lebih panjaaang.

Suami saya sering berkata bahwa kecantikan dan ketampanan hanya setipis kulit ari. Artinya jika setiap orang dikupas kulitnya tampang mereka akan sama semua.

Beberapa alasan mengapa orang ingin cantik/tampan:

1.Looks defines sucsess. Orang yang berwajah cantik mendapatkan berbagai kemudahan mulai dari mencari teman, pacar bahkan perkerjaan. Seseorang yang menarik lebih muda mendapatkan kepercayan yang tentu sangat diperlukan bagi sebagian perusahaan untuk menarik pelanggan. Demikianlah, salah satu tujuan para wanita maupun pria melakukan operasi plastik untuk memperbaiki kekurangan atau mempercantik diri adalah sebagai modal sebelum melamar kerja.

2. Cultural trend. Dulunya orang percaya dengan inner beauty, namun sekarang dengan bergesernya nilai-nilai personal dan menjamurnya budaya konsumerisme bergeser pula apa arti kecantikan sebenarnya. Media massa meliputi TV, majalah, internet, juga ikut mendifine apa yang dinamakan kecantikan: mata besar, tulang pipi tinggi, bibir seksi, rahang tipis, rambut panjang, tubuh tinggi dan skinny, membuat mereka yang tidak termasuk kategori tersebut menjadi minder dan merasa tidak diterima.

3. Not Dare to be Different. Yang ini adalah budaya orang Korea yang homogenous, perbedaan adalah aib. Dari trend berpakaian, cara dandan, pendidikan, bisnis semua sudah ada standardnya. Karena tidak ingin dirinya menjadi aneh dan alienated apalagi diberi label ugly, seseorang rela mempertaruhkan credit card dan nyawanya di sayat pisau bedah.

(Bersambung)

Foto : Courtesy of Time Asia Online.

Comments 7 Comments »

“Nancy, beli pita berwarna merah muda satu setengah meter di Toko ABC!” kata mama sembari memberikan uang seratus perak. Dengan penuh semangat saya meraih uang tersebut dan berlari ke toko yang dimaksud. Sepanjang jalan, saya terus menggumankankan “pita merah muda satu setengah meter, pita merah mudah satu setengah meter” berulang-ulang karena takut lupa akan pesan mama.

Walau toko ABC itu dekat tapi terasa jauh bagi anak seusia saya. Hari itu adalah perayaan ulang tahun pertama yang dipestakan. Di rumah mama sudah menyediakan kue-kue bermacam-macam, saya membantu menghitung dan memasukkannya kedalam plastic tiga biji-tiga biji. Undangan sudah dijalankan. Beberapa anak dekat rumah dan saudara sepupu akan ikut merayakannya, sedangkan yang akan memimpin acara itu adalah Ibu guru kelas satu dari sekolah.

Saya merasa telah menjadi seorang gadis dewasa apalagi diberi kepercayaan untuk pergi ke toko ABC yang jaraknya lumayan jauh karena harus melalui beberapa gang. Biasanya saya tidak diperkenankan pergi sejauh itu, mama sering berkata “hati-hati anjing, mereka suka makan tulang “. Sambil berkata demikian mama akan memastikan dengan bahasa tubuh dan raut wajahnya bahwa tulang yang dimaksud adalah tulang-tulang yang menonjol di tubuh saya. Saya takut pada kenyataan tentang anjing itu karena badan saya yang kecil dan kurus dibadingkan dengan anak-anak lain yang seusia. Dengan berkata demikian mama berharap dua hal: saya tidak akan bermain jauh dari rumah dan saya akan makan lebih banyak lagi.

Acara makan adalah kegiatan yang paling tidak saya sukai waktu itu. Seingat saya, terkadang harus terjadi tawar menawar harga berapa saya harus dibayar untuk sepiring nasi. Dan mengenai anjing, saya pernah terbirit-birit dikejar seekor anjing, membuat perkataan mama selalu menjadi ancaman. Namun saat itu, kebahagiaan karena ulang tahun yang akan dirayakan membuat saya berani melewati gang-gang yang terkenal banyak anjing galaknya. Di kota kelahiran saya, anjing adalah salah satu hewan favorit untuk dipelihara. Biasanya mereka dijadikan penjaga rumah untuk bulan Januari hingga November dan berada di atas meja untuk disantap pada bulan Desember saat Natal tiba.

Sesampai di Toko ABC saya melompat dan mencari encik penjual, tapi tak peduli berapa kali sudah saya mengulang pesan mama, saya lupa apakah yang dikatakannya “pita satu setengah meter atau satu meter setengah”. Saya belum tahu manakan yang lebih benar dari kedua istilah tersebut. Untung saya si encik mengerti maksud saya, walaupun saya tidak yakin benar.

Diperjalanan pulang saya memandang pita merah muda tersebut dengan takjub. Maklum hari ini bukan saja hari pertama ulang tahun saya akan dirayakan tapi juga hari pertama rambut saya akan diikat. Iya benar, seingat saya belum belum pernah rambut saya diikat atau dikucir sebelumnya bukan karena tidak ada pita tapi karena saya tidak berambut. Setidaknya sampai usia lima tahun saat itu, rambut saya masih tipis dan jarang-jarang tumbuhnya. Tidak heran kalau mama menyebut saya “gadis tujuh rambut delapan kutu” artinya lebih banyak kutunya daripada rambut. Dan hari ini pita merah muda ini akan menjadi saksi bahwa saya benar-benar telah beranjak dewasa dan pantas untuk dikucir.

O ya, mama juga telah meminjam kamera untuk mengabadikan moment bersejarah tersebut. Saya membayangkan wajah saya di foto dengan memakai pita tersebut. Pada jaman itu belum ada foto digital, jadi harus menunggu foto dicuci baru bisa melihat hasilnya. Menjadi ‘gadis’ dan ‘dewasa’ adalah dua kata penting . Sebelumnya di dalam foto-foto masa kecil saya, orang akan susah membedakan apakah saya anak cowok atau cewek, tapi dengan rambut yang diikat menjadi dua ditambah pita berwarna merah muda tentu tidak ada yang akan salah kaprah.

Acara ulang tahun berlangsung indah walau tidak meriah. Undangannya tidak banyak kok tapi sangat berkesan, karena itulah perayaan pertama dan terkahir ulang tahun masa kanak-kanak. Tahun-tahun berikutnya saya berpikir, jika seorang hanya merayakan ulang tahun sekali seumur hidup bukankan seharusnya diadakan pada saat ia berusia tujuh belas bukan lima!. Tapi saya tidak pernah menyesal.

Comments 2 Comments »

Cinta pada sesama tuntutan penguasa

dari dasar hati menyebar ke jiwa

suatu usaha menuntut pengorbanan

balutan kerendahan hati sebagai jaminan

Bagai bunga yang mekar di musim semi

membawa keindahan menebar keharuman

bila datang musim kemudian berganti

telah terpatri keagungan suatu ciptaan

Demikian cinta yang ditebar bagi sesama

refleksi keagungan diri anak manusia

walaupun harus berlalu dan pergi

tidak akan pudar kesan dalam hati

Comments 1 Comment »

Petama kali saya mengenal makhluk yang bernama komputer yaitu pada awal tahun 1990an. Waktu itu operating systemnya masih memakai MS DOS. Apa yang bisa saya lakukan dengan komputer itu pun hanya sebatas mengetik tugas-tugas sekolah, sedangkan hiburan yang ada paling banter hanya bermain tetris dan solitaire.

Sekarang tujuhbelas tahun kemudian, apapun dapat saya lakukan di depan komputer. Membaca berita, Alkitab, renungan pagi; mendengar khotbah, music, menonton film; chatting dengan teman, bersosialisasi, membangun komuniti; conference, sekolah, belajar, main game dan masih banyak lagi. Bahkan kalo malas keluar rumah shopping online juga jadi pilihan. “The world is on your fingertips”, begitu istilahnya. Padahal dibanding dengan tech-savvy user, saya masih tergolong kaum yang “gaptek” gagap teknologi.

Saat ini hampir setiap orang terdaftar pada satu atau lebih situs komuniti seperti friendster, myspace, cyworld, facebook, segi3 ( baru khusus buat orang Indonesia, bantu promosi); sekedar jadi anggota mailing list seperti, yahoogroups, googlegroops; atau ngeblog gratis di mutiply, blogspot, blogger, wordpress dan masih banyak lagi (gak tau semua).

Bukan hanya orang dewasa dan kaum muda saja yang gandrung dengan teknologi internet , tapi sampai ke remaja dan anak-anak bahkan bayi pun sudah di expose dengan dunia maya ini. Di Korea 90% pemuda remajanya menjadi anggota situs komuniti Cyworld (sumber: wikipedia). America punya Myspace dan di Belgia ada Cyberspace yang saat ini telah memiliki 12.000 anggota bayi yang baru lahir dan janin yang masih dalam perut (sumber: the Korea Times, 11/14). Jadi jangan heran kalau di situs ini foto profile anggotanya berupa gambar sonogram.

Dengan adanya gaya hidup seperti ini terbentuklah suatu generasi baru yang benar-benar beda dengan generasi sebelumnya. Mereka dikenal karena early exposure terhadap komputer dan internet. Generasi ini disebut Generasi Z, yaitu anak-anak yang lahir sesudah tahun 1996 dari orang tua yang lahir 1965-1985 (Generasi X), ciri khasnya adalah kedekatannya dengan sosialisasi ala dunia maya dan semakin jauh dengan sosialisasi dunia nyata

Di Amerika sudah sangat lumrah jika gereja punya website yang bisa broadcast ibadah minggu dan berbagai fasilitas lainnya. Demikian juga di Korea, rata-rata gereja yang besar memiliki internet dan TV broadcasting. Ada banyak virtual congregation atau jemaat yang enggan ke gereja tapi bisa mau mengikuti ibadah dari rumah masing-masing. Jeleknya, yaitu jemaat yang menjadikan internet gereja seperti belanja di online shopping: suka beli; tidak suka cari yang lain. Semuannya hanya dengan fingertips dan remote control.

Bagi saya, website gereja yang lebih tech-trendy dan tech-savvy bukan sebagai pengganti pekumpulan saudara seiman di rumah Tuhan. Namun, ini sebagai jembatan untuk menjangkau mereka yang tidak terjangkau pada ibadah minggu. Oleh karena itu, jadi orang Kristen jangan ketinggalan, gaptek (seperti saya) atau “butek” buta teknologi (yang ini parah deh), paling nggak bisa familiar dengan internet untuk memetik berbagai manfaat darinya. Kita juga harus memikirkan bagaimana mejangkau Generasi Z atau kalau tidak mereka akan terhilang selamanya di dunia maya tanpa pernah menginjak lantai gereja.

Comments 6 Comments »

Pada akhir Perang Dunia II seorang pemuda yang telah selesai bertugas melayani negaranya di medan perang menelpon orang tuanya. Ia berkata bahwa ia akan pulang dengan seorang teman. “Tapi Ma” katanya, “Teman saya ini cacat. Dia luka parah. Dia hanya punya satu tangan, satu kaki dan satu mata. Jadi saya pikir ia sebaiknya tinggal dengan kita” Sejenak hening. Tidak ada jawaban. Namun akhirnya sang ibu berkata “Baiklah, dia boleh datang dan tinggal di rumah kita sebentar saja”. Dari keraguan suara ibunya pemuda itu menyadari bahwa mereka sebenarnnya tidak ingin dibebani oleh orang cacat untuk waktu yang lama.

Dua hari kemudian orang tua tersebut menerima telegram yang mengabarkan bahwa anak mereka mati bunuh diri dengan melompat dari kamar hotel. Pada waktu mereka menerima mayat anak kesayangan mereka tersebut, ia hanya memiliki satu tangan, satu kaki, dan satu mata.

Orang tua tersebut tentunya sangat menyesal. “Ah seandainya saya tahu….”

Pada saat Yesus datang kedua kali ketika kita berada di penghakiman terakhir, akan banyak orang yang akan menyesal dan berkata “Ah seandainya saya tahu…”

Seaindainya saya tahu ada gelandangan yang butuh tempat tinggal .

Seandainya saya tahu ada pengemis yang butuh makanan

Seandainya saya tahu ada orang sakit yang butuh kunjungan

Seandainya saya tahu ada orang miskin yang butuh pakaian

Seandainya saya tahu bahwa membantu orang kecil dan hina berarti saya melakukannya untuk Tuhan. Seandainya saya tahu, tentunya saya akan masuk ke dalam Surga bersama-sama Yesus.

Namun sekarang semua terlambat. Keputusan sudah di buat. Dan keputusan itu di buat oleh Raja segala Raja, Hakim yang Agung. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” (Mat 25:44 - 26:1)

Comments No Comments »

Musim gugur (autumn) selalu indah. Bukan hanya karena daun-daun yang berubah warna menjadi merah, kuning dan coklat emas bak lukisan masterpiece, tapi juga cuaca yang sejuk kadang dingin yang kontras dengan teriknya musim panas. Seluruh element ini seringkali membangkitkan rasa romantisme dalam hati . Tidak heran banyak pasangan yang mengikrarkan cinta mereka atau menikah di musim ini. Ingat film romantis Richard Gere dan Alyssa Milano Autumn in New York yang terkenal dengan setting musim gugur yang mempesona.

Apa sih yang membuat Autumn itu special. Bagi saya yang senang memperhatikan keindahan cipataan Tuhan, melihat sesuatu yang unik dari perubahan daun-daun di musim gugur tersebut. Bukankah keindahan itu menandakan bahwa akhir hidup mereka hampir berakhir. Pada puncaknya, saat daun-daun itu berwarna coklat keemasan berarti tidak lama lagi mereka akan gugur dan jatuh ke bumi.

Daun-daun ini bagi saya seperti hero. Pada waktu mereka dilahirkan, ‘musim semi’ kita sebut, mereka begitu indah dan semarak. Orang-orang merayakannya dengan sukacita dan kegembiraan, menikmati bunga-bunga indah berwarna-warni yang mendahului kelahiran mereka. Setelah itu pada musim panas, daun-daun inilah yang akan menjadi tempat perteduhan bagi kulit yang menderita akibat sengatan matahari. Dan hampir sesaat di penghujung hidup , mereka seakan-akan ingin menampakkan keindahan terbaik sebelum akhirnya jatuh ke tanah, kering dan menyatu dengan bumi membawa kesuburan. Setiap fase hidup mereka berguna dan membawa sukacita.

Suatu hari saya merenung membayangkan apa yang terjadi jika saya menjadi tua dan mendekati ajal? Apakah saya akan menyesali hidup ini dan menyanyikan lagu “Yesterday when I was young”, banyak hal yang seharusnya dapat lakukan. Atau akankah saya bersyukur dan siap menghadap pencipta sambil berkata “I surrender all”. Puas dan bahagia ketika mendengar Sang Master berkata “Marilah kepadaku hai hamba yang baik dan setia ikut dalam kebahagiaan Tuannmu.” (Mat 25:21,23)

Tidak, saya tidak mau menyia-nyiakan masa muda dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak berarti. Hidup terlau singkat untuk disia-siakan. Saya percaya Tuhan memiliki banyak hal untuk orang-orang yang ingin hidupnya berguna dan efektif. Selalu ada jalan untuk menjadikan hidup ini lebih indah.

——————————————————————–

Pada waktu engkau lahir semua orang tertawa dan engkau menangis, hiduplah sedemikian rupa sehingga pada waktu engkau meninggal semua orang menangis dan engkau tertawa (Anonim)

Comments No Comments »

Sebuah perusahaan Multinasional dan Mulitiracial mencari tenaga kerja dengan kriteria sebagai berikut:

Persyaratan utama: Orang berdosa yang ingin memiliki masa depan lebih baik.
Persyaratan khusus: Memiliki mulut dan hati.Sebab jika kamu mengaku dengan MULUTmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam HATImu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.(Rom 10:9)
Pendidikan: No Specification
Penampilan: No Specification
Pengalaman kerja : No Specification
Usia: No Specification
Salary: Tidak terbatas. Semua fasilitas terjamin.Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Phil 4:19)
Job Description: Marketing and Promotion.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Mat 28:19-20)
Keterangan: Semua pelamar yang memenuhi syarat akan diterima tanpa ada batasan jumlah. Dijamin tidak ada PHK dan pension. Lowongan in akan ditutup sewaktu-waktu (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu), tepat pada kedatangan Boss Besar kedua kali. Seluruh pekerja diharapkan berjaga-jaga dan bekerja sungguh-sungguh.Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. (Wah 3:3)

Comments 2 Comments »

Tampang mereka memang aneh. Telinga dilubangi, rambut gaya funky dan dicat warna-warni. Pakaian lusuh dan kotor bukan karena tidak ada gantinya. Mereka hanya menikmatinya.

Mereka tidak pedulli dengan diri sendiri, apalagi orang lain. Bagi mereka masa depan adanya di planet lain. Jauh, misterius, aneh, tidak terjangkau, susah dipikirkan. Ada atau tidak sih?

Mereka susah diatur dan tidak mau berubah. Orangtua mereka memilih untuk menyerah. Virus dalam keluarga. Ditakuti tetangga.

Tapi…tunggu dulu! Suatu hari mereka berubah. Benar-benar berubah! Yang sekarang terjadi di luar perkiraan dan rencana manusia. Bibir mereka selalu tersenyum, wajah ceria, riang gembira. Mereka tidak menakutkan lagi. Orang-orang menyenanginya karena mereka berubah.

(more…)

Comments 1 Comment »

“Tiba-tiba aku sadar dan terjaga. Aku tidak pernah menyangka bisa berada di tempat yang seperti ini. Dalam suatu ruangan yang gelap, kotor dan berbau. Aku dapat merasakan suasana yang mencekam dan melumpuhkan sendi-sendi dan ototku. Aku mencoba untuk melangkah, tapi…ups hampir saja! Dapat kurasakan bahwa tempat ini sangat berbahaya. Naluriku mengatakan bahwa ada banyak jebakan yang terpasang.

Aku semakin tidak berdaya. Ingin rasanya cepat keluar dari tempat ini, tapi aku bahkan tidak dapat melihat apa-apa. Aku juga tidak cukup berani untuk melangkah, terpikir satu dua jebakan dapat menghancurkan hidupku. Aku mulai berpikir dan mengingat kembali mengapa aku bisa berada di tempat seperti ini. Tapi sulit untuk membawa ingatanku ke masa lalu. Aku lemas, tenaga terkuras dan susah berkonsentrasi. Mengapa aku berada disini, sendirian, terpojok, ketakutan, terjebak? Dimana teman-teman yang lain? Mengapa mereka tidak bersama dengan aku? Dimana penolongku berada?

(more…)

Comments No Comments »

Jari-jari saya menari di atas keyboard komputer. Meskipun saya bukan pengetik yang handal namun saya sudah sangat familiar dengan posisi setiap huruf. Refleks saya sudah cukup terlatih. Memang sesekali harus melirik juga karena selama puluhan tahun saya telah mengetik dengan cara yang salah. Sekarang saya sedang melatih diri untuk mengetik sesuai dengan kaidah sepuluh jari. Tidak mudah. Butuh disiplin dan penyangkalan diri untuk keluar dari comfrot zone selama itu.

Apa yang saya tahu namun tidak saya sadari adalah di setiap tuts komputer saya, terutama pada bagian alphabet tediri dari dua jenis huruf. Yang pertama alphabet Latin (ABC) dan kedua Hangul (huruf Korea). Huruf hangul ada disana sejak hari pertama saya membeli komputer ini. Namun, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, saya tidak pernah menggunakan Hangul tersebut. Mata saya sudah terbiasa mengabaikan keberadaan mereka padahal mereka mengambil tempat hampir 50% dari keyboard komputer saya. Ukurannya pun sebesar alphabet Latin. Saya tidak terpengaruh lagi dengan adanya huruf bulat dan pagar tersebut (ciri khas Hangul adalah bulat dan garis).

(more…)

Comments 1 Comment »

Louisiana Jones Acthitcountersite.com -->