Pernah Okky bertanya kepada anggota Care Groupnya “Apa sih yang membuat kalian bersukur?”. Sejenak teman yang lain diam dan berpikir. Tentu saja banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk bersyukur, tapi jika harus memilih yang terfavorit atau jika harus disimpulkan dalam satu kalimat semua perlu merenung sejenak.
Seorang teman, Wendy, menjawab “Saya bersyukur karena saya tidak kaya sehingga bisa kenal Yesus”. Ha? Bersyukur karena tidak kaya? Bukankah semua orang ingin kaya? Jawabannya memang cukup langkah dan aneh buat kebayakan orang tapi tidak buat Wendy. Jika ia kaya sejak dulu, ia tidak pernah datang untuk mengadu nasib di Korea dan dimenangkan Tuhan. Jika ia kaya, mungkin saat ini sedang sibuk mengembangkan bisnisnya dan tidak ada kesempatan untuk mengenal Yesus. Jika ia kaya saat ini mungkin ia merasa tidak membutuhkan Tuhan.
Kita dengan mudah mengucap syukur untuk suatu berkat dan keberuntungan, namun jarang yang mengucap syukur untuk suatu kekurangan atau melihat berkat dari ketidakberuntungan. Sangat sedikit orang yang dapat berdoa “terima kasih Tuhan karena engkau tidakmenciptakan saya setampan artis Bollywood, sekaya Bill Gates, sepandai Albert Einstein, setenar George Bush”; “terima kasih Tuhan karena saya penuh kekurangan sehingga saya tidak punya alasan untuk sombong”; “terima kasih Tuhan karena saya miskin dengan itu saya bisa mengenal Engkau”, karena Firman Tuhan berkata:
Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya” (Amsal 28:6)
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjadi orang kaya. Tuhan sangat ingin memberkati umatNya dan memberikan mereka hidup yang berlimpah. Namun, semua berkat yang Tuhan janjikan baik berkat materi, kesehatan, kejayaan, kemenangan atau hidup yang kekal adalah hasil dari kesetiaan orang yang mengikut Tuhan bukan alasan mengapa mereka menjadi percaya. Mendapat berkat bukan fokus utama kita mencari Tuhan. Mengenal Yesus dan menuruti kehendakNya itulah yang harus menjadi tujuan hidup setiap orang. Dan jangan ada sesuatu pun yang bisa menjadi pemisah dari manusia dengan Tuhan entah itu kekayaan, ketampanan, kekuasaan atau ketenaran.
Jika fokus utama kita kepada Yesus maka kutuk menjadi berkat, kekurangan menjadi kelebihan dan ketidakberuntungan menjadi keberuntungan.—————————————————————————————Kebanyakan orang membutuhkan waktu untuk menemukan tujuan mengapa mereka diciptakan. Tetapi, jika Anda menemukan hal tersebut, ubahlah fokus dari keberhasilan menjadi sesuatu yang berarti. Jangan berusaha memberi kesan, sebaliknya berilah dampak. Carilah pengaruh; bukan kekayaan. Jangan hanya membuat uang; buatlah suatu perbedaan. (John Maxwell)
Tags: Character, Spirituality



November 30th, 2007 at 12:51 pm
Annyeong haseyo! Naneun Raka imnida.
Saya mengetahui situs ini lewat ulasan di Links In-Christ.Net. Penasaran karena jarang ada yang mengirimkan blog pribadi di sana. Tapi ternyata isinya bagus. Saya suka, apalagi setelah mengetahui kalau situs blog ini dibangun dengan WordPress (saya WordPress mania). Tampilannya asyik, jauh berbeda daripada milik saya.
Omong-omong, saya bisa belajar bahasa Korea lagi, nih?
November 30th, 2007 at 3:25 pm
kamsahamnida Raka, you have a nice blog too. Lain waktu ajarin aku ya pake worpress ya….