Archive for October, 2007
Pertama kali mengenal pasangan ini justru pada saat yang paling menyedihkan. Ketika itu, saya mendapat telpon dari kawan suami bahwa ada sepasang orang Indonesia yang kehilangan bayinya. Mereka sedang di rumah sakit dan menanti tim dokter yang akan membakar (kremasi) tubuh mungil berusia enam minggu tersebut.
Sehari sebelumnya, saya sendiri baru saja kehilangan calon bayi pertama yang berumur 10 minggu karena keguguran. Masih dalam kondisi lemah, namun ada keinginan untuk membantu pasangan tersebut. Pada saat kami bertemu dengan mereka, sang ibu sedang meraung-raung di lantai karena berduka. Ia menangis dan memanggil-manggil anaknya. “Nak, jangan tinggalkan mama, nak bawa mama ikut nak…mama saja yang mati… gimana mama bisa hidup begini??” Rasa kehilangan saya sepertinya tidak ada apa-apanya dengan penderitaan ibu ini.
(more…)
No Comments »
Anak saya Joel yang berusia tiga setengah tahun mengisi hari-harinya dengan menggambar dan bermain. Pertama kali memegang pencil dan buku gambar ia hanya bisa mencoret-coret yang bagi kami orang dewasa tampak seperti benang kusut tanpa makna. Tapi tidak bagi Joel, semua ada artinya. Jika saya menunjuk suatu garis tidak beraturan dan bertanya “Ini gambar apa?” Dia dengan yakin dan percaya diri akan menjawab “Gambar pesawat!” Dengan sedikit mengernyitkan dahi dalam hati saya berpikir “Apa persamaan antara coretan-coretan itu dengan pesawat?”
Namun itu beberapa bulan yang lalu. Saat ini Joel sudah lebih mahir mencoret-coret, menggambar atau menyusun balok mainannya. Dengan imajinasinya ia bisa menggambar apa saja dan membangun apa saja. Tentu saja semua yang belum pernah dilihat oleh mata atau timbul dalam hati orang dewasa. Dengan seketika ia bisa mencoret atau menggambar apa yang sedang dilihatnya di TV. Sesuatu membutuhkan waktu berjam-jam bagi orang dewasa untuk mengolah, menggambar atau menyusun dapat dilakukannya dalam hitungan detik. Kami sebagai orang tua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan berguman “Dapat ide dari mana dia?”
(more…)
2 Comments »
Pernah Okky bertanya kepada anggota Care Groupnya “Apa sih yang membuat kalian bersukur?”. Sejenak teman yang lain diam dan berpikir. Tentu saja banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk bersyukur, tapi jika harus memilih yang terfavorit atau jika harus disimpulkan dalam satu kalimat semua perlu merenung sejenak.
Seorang teman, Wendy, menjawab “Saya bersyukur karena saya tidak kaya sehingga bisa kenal Yesus”. Ha? Bersyukur karena tidak kaya? Bukankah semua orang ingin kaya? Jawabannya memang cukup langkah dan aneh buat kebayakan orang tapi tidak buat Wendy. Jika ia kaya sejak dulu, ia tidak pernah datang untuk mengadu nasib di Korea dan dimenangkan Tuhan. Jika ia kaya, mungkin saat ini sedang sibuk mengembangkan bisnisnya dan tidak ada kesempatan untuk mengenal Yesus. Jika ia kaya saat ini mungkin ia merasa tidak membutuhkan Tuhan.
(more…)
2 Comments »
Hari minggu Andi bersaksi bagaimana selama dua tahun ia jauh dari Tuhan. Dimulai dari beberapa masalah yang tidak dibereskan hingga mencapai puncaknya ketika ayahnya sakit dan meninggal. Saat itu ia penuh dengan rasa benci dan sakit hati serta menyalahkan Tuhan untuk semua yang terjadi. Ia kecewa karena kesetiaannya beribadah dan memberi tidak diperhitungkanNya.
Suatu saat ia mendengar Pastor Fernando berkhotbah dan berkata “Tuhan adalah Tuhan, Dia bukan pembantu kita yang bisa disuruh-suruh”. Andi terkejut karena Itulah yang terjadi padanya selama ini. Hatinya kemudian dijamah Tuhan kembali . Ia bertobat dan dipulihkan. Sekarang apa yang ia alami menjadi kesaksian untuk menguatkan dan mengingatkan saudara seiman.
Seringkali kita membatasi Tuhan dengan membuat ‘fixed plan’ dan meminta Tuhan turut bekerja. Kita kecewa karena Tuhan tidak menjawab doa atau mengabulkan permintaan. Dada kita penuh kemarahan karena Tuhan mengabaikan apa yang kita anggap penting dalam hidup, mengambil orang yang kita sayangi, membuat bisnis bangkrut, memberi pekerjaan yang tidak memuaskan atau mengaruniakan pasangan yang tidak dicintai. Tuhan juga mengijinkan sakit hati, penolakan, ketidakadilan, pengkhianatan, kepahitan, dan kekecewaan. Semua yang buruk terjadi dalam hidup dan kita menganggap Tuhanlah yang bertanggung jawab. Begitulah kira-kira apa yang dialami banyak orang Kristen saat ini.
Ada beberapa tipe orang Kristen yang berada disekitar kita dan bagaimana reaksi mereka terhadap kekecewaan:
(more…)
1 Comment »
Beberapa waktu yang lalu Indonesia dikejutkan oleh berita tragis tewasnya seorang siswa STPDN. Masyarakat geram karena ini bukanlah korban yang pertama. Korban-korban sebelumnya sudah banyak hanya saja kasusnya hilang terbang bersama waktu. Kali ini ketika pers sudah mulai kritis dan berani, kasus ini bisa dibawa kepermukaan dan masyarakat menjadi jaksa penuntutnya.
Ketika melongok ke dalam tembok sekolah yang selama ini tertutup, orang terbelalak melihat betapa kerasnya seorang calon praja dilatih dan dididik disana. Memang diakui kalau seorang lulusan STPDN dijamin kulaitasnya dan tidak perlu takut harus melalui berbagai proses melamar pekerjaan sana-sini. Dapat dimengerti karena pendidikan dan pelatihan yang mereka harus jalani sangat berat kadang harus dibayar dengan nyawa.
(more…)
 Be Strong and Take Courage: Download
No Comments »
Adakah orang Kristen yang hidupnya tidak beruntung? Keluarganya sederhana, usahanya tidak berhasil dan pendidikannya tidak tinggi. Otaknya tidak cemerlang, wajahnya pas-pasan atau bakatnya tidak berkembang. Hidup mereka setia dan penuh dedikasi dan ia tidak pernah absen menunjukkan wajahnya pada setiap kegiatan gereja. Orang tua bahkan kakek neneknya adalah pengunjung aktif, demikian juga ia dan saudara-saudaranya. Seluruh keluarganya terkenal beragama, jujur tidak neko-neko dan menjauhi kriminalitas. Dari segi materi kehidupan mereka prihatin, dari segi popularitas mereka tidak terkenal, dari berbagai segi mereka tidak berarti. Untuk ukuran dunia mereka tidak terpakai.
Meskipun gambaran di atas kelihatan ekstrim bagi kebanyakan orang namun jika ada yang bertanya, Adakah orang-orang yang mengenal Tuhan dan hidup sepeti itu? Jawabannya : ADA.
Adakah orang fasik yang hidupnya sangat beruntung? Keluarga yang harmonis, usaha yang berhasil lulusan sekolah ternama. Siswa berprestasi karena otaknya cemerlang, penampilan yang cantik dan tampan, memiliki berbagai bakat dan talenta. Meskipun demikian mereka tidak mengenal Tuha n apalagi ke gereja dan menjadi aktifis gereja . Orang tua mereka pebisnis terkenal, dari kakek nenek mereka selalu mengukir cerita sukses. Keluarganya terkenal ditengah masyarakat sebagai yang ‘istimewa’, ‘royalty’, ‘bangsawan’, ‘orang kaya’, orang pintar’, ‘famous’ dsb. Cerita tetang mereka selalu ditunggu-tunggu. Paparazi dan wartawan infotainement mendapat makan dari kabar tentang mereka. Dari segi materi mereka berkelimpahan, popularitas jangan ditanya ,dari berbagai segi mereka unggul. Untuk ukuran dunia mereka adalah fairy tale.
Meskipun gambaran di atas kelihatan ekstrim bagi kebanyakan orang namun jika ada yang bertanya, Adakah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan hidup sepeti itu? Jawabannya : ADA.
(more…)
1 Comment »
Suatu hari saya bertemu dengan seorang gadis . Tak seorangpun yang akan mengira bahwa ia seorang perempuan hanya dari penampilan, tampang dan cara bicaranya. Total seluruh keberadaannya persis seperti seorang anak laki-laki: rambut pendek, tubuh berotot, wajah bergurat keras dan nada suara tegas. Dari ujung rambut ke ujung kaki, ia memakai baju dan aksesori milik pria.
Sebenarnya itu bukan pertemuan pertama karena tiga tahun sebelumnya saya pernah bertemu dengannya. Waktu itu ia mempunyai masalah dengan orientasi seksual. Nasib telah membawanya untuk melakukan dan terlibat dalam hubungan homoseksual. Sayang, keberadaanya sebagai seorang TKW yang seluruh komunitasnya adalah wanita menutup jalan keluarnya untuk lari dari masalah ini.
(more…)
No Comments »
Penjunan itu mengambil segumpal tanah liat yang akan mulai dikerjakannYa. Di benak Sang Penjunan tanah ini akan dibuat suatu karya yang spektakuler, tidak seperti biasanya, pokoknya yang istimewa. Diperkirakan ini akan memakan waktu yang cukup lama dan tenaga yang yang tidak sedikit. Kali ini seluruh keahliannya dikerahkan, namanya dipertaruhkan.
Proses pembuatannya tidak mudah, karena bahan yang dipakai banyak bercampur kotoran: ketidakpercayaan, kebodohan, ambisi, rendah diri, presuposisi.
Ah, bagaimana membersihkannya?
Hanya kasih dan peduli dibalut kesetiaan dan kesabaran yang akan membuat semuanya mungkin.
Bentukan Penjunan Agung mulai berjalan.
Oh Tanah Liat, apa dayamu selain menyerah dan membiarkan dirimu dibentuk? Bukankan kalau tidak demikian engkau tidak ada gunanya? Bukankan seluruh keberadaanmu hanya dikenal sebagai segumpal tanah kotor untuk diinjak-injak orang?
(more…)
No Comments »
Untuk berapa lama saya koma, tidak bisa berdoa, membaca Alkitab atau sekedar mengengang kebaikan Tuhan dan mengucap syukur. Seluruh otot-otot dan persendian terasa lumpuh. Setiap hari uring-uringan dan selalu ingin menangis walau tanpa sebab. Masalah kecil kelihatan besar, masalah besar tidak tertanggungkan. Hari-hari seakan merangkak, matahari lambat berputar sedangkan bulan bersinar kelam.
Mengapa? Apakah ini salah satu bentuk kekalahan? Apakah iblis dan segenap roh jahatnya sedang menang? Tidak! Kali ini saya tidak akan menyalahkan mereka. Saya sedang mengadung anak kedua. Saat itu saya tidak mengerti jika perubahan hormon telah menyebabkan hari-hari terasa kelabu. Tidak ada musik yang mampu menenangkan, teman yang membuat ceria atau makanan yang membangkitkan selera. Satu-satunya sukacita adalah menanti kelahiran bayinya.
Puji Tuhan, moment tersebut tidak berlangsung selamanya. Segera setelah anak saya dilahirkan, sukacita Allah mengalir. Seakan baru mendapatkan hadiah yang terindah, sambil memeluk Mathew anak kami saya terus berbisik “I can’t think something better Lord, I can not think!” Inilah yang terbaik. Tuhan telah mengirimkan malaikatnya yang paling indah untuk menjadi anak kami. Kelahirannya yang ajaib, mudah dan tidak menyusahkan. Wajahnya yang mungil dan baunya yang lembut. Nothing could be better.
(more…)
No Comments »
|